Rangkaain acara diadakan untuk memeriahkan ulang tahun Radio Suara Wajar (RSW) Bandar Lampung yang ke 36 tahun, Minggu (25/10). Bakti sosial (baksos) donor darah menjadi salah satu rangkaian acara yang menonjol, menjadi magnet tersendiri. Acara berlangsung di Aula Radio Suara Wajar, di Jl. Cendana No 26 Pahoman Bandar Lampung. Sebanyak 26 pendonor ikut serta menyumbangkan darahnya.
Acara ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan RSW sendiri. Pendonor dimanjakan dengan asupan nutrisi utuk mengembalikan stamina yang disediakan oleh PMI dan RSW sendiri.
Selain donor darah, RSW menyemarakan dengan memanjakan pecinta suara wajar dan sw lovers (sebutan untuk pendengar setia RSW). Gebyar quis sehari dengan berbagi hadiah dari para sponsor serta pagelaran rekaman wayang semalam suntuk. Sebelum pagelaran wayang acara potong kue dengan penuh kesederhanaan sayang untuk dilewatkan. Romo Thomas Suratno SCJ, Direktur RSW memandu jalannya acara kecil ini, dimulai pukul 20.30 wib. Para pecinta suara wajar turut ikut ambil bagian dalam acara ini. Mereka kebanyakan adalah penggemar acara Lambangsari Suara Wajar. Sebagai informasi, Lambangsari adalah paket acara hiburan yang mengudara setiap malam selama dua jam, dari pukul 22.00-24.00 wib.
Jaka Prasetya, sebagai Kepala Studio mengungkapakan rasa syukur di tengah kesederhanaan dalam perayaan ulang tahun kali. “Kita bersyukur sudah bisa mengudara selama 36 tahun itu hal yang luar biasa. Bahwa kita apa itu kesederhanaan, tidak harus bermewah-mewah, berumur 36 tahun berarti juga harus semakin dewasa dan bijaksana. Semua dukungan umat dan keuskupan sehingga masih bertahan sampai saat ini. Karena di masa sekarang ini puluhan radio swasta terancam tutup akibat krisis ekonomi global, kue iklan yang makin menyempit dan juga tenaga professional yang berkurang” jelas Jaka.
RSW adalah radio ke empat swasta tertua di Popinsi Lampung “Ini adalah radio ke empat tertua swasta di Lampung. Dari antara hampir ratusan radio di Lampung baik radio swasta maupun komunitas hanya sekitar 20 yang telah memiliki izin penyelenggaraan penyiaran dari Mentri Komunikasi dan Informasi (MenkomInfo)”, tegasnya.
Jaka begitu panggilan akrabnya mengharapakan umat untuk selalu mendukung dan berpartisipasi untuk RSW. “Kami berharap dukungan dan partisipasi umat, secara moral dan materil untuk radio milik kita bersama ini” pungkasnya..
Sejarah Singkat RSW
Pada era tahun 70-an di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai - Lampung pada umumnya dan di Tanjungkarang (kini: Bandar Lampung) pada khususnya jumlah pemancar radio (swasta) masih sangatlah sedikit. Pada masa itu, tepatnya pada tanggal 25 Oktober 1973 secara resmi Radio Suara Wajar (RSW) didirikan. Namun harus diingat bahwa pada mulanya Suara Wajar ada karena hobby seorang Rohaniwan Katolik, yakni Pater Boeren, SCJ (dari Belanda). Dengan hobbynya, kesukaan dan kecintaannya membuat dan mengembangkan radio ini bersama Bapak St. Hartono. Pada waktu itu, RSW mulai mengudara di jalur AM (1152 Khz). Namun sekarang, sejak tahun 2001 pindah ke jalur FM 97.05 dan setelah adanya pengaturan dari pihak pemerintah akhirnya RSW mengudara di FM 96.8 hingga sekarang. Berbagai komentar pendengar setia RSW banyak program acara yang dapat mengikat pendengar untuk mendengarnya. Ada sentuhan-sentuhan khas yang dirasakan oleh mereka. Maka dapat dikatakan bahwa sudah sejak dulu RSW mempunyai Visi dan Misi yang jelas walaupun hal itu terus berkembang hingga saat ini. Yang menjadi prinsipnya adalah radio bukan hanya sekedar sarana hiburan.
Visi: Terwujudnya RSW sebagai pusat informasi bagi masyarakat Bandar Lampung dan sekitarnya. Positioning: PEMBAWA BERITA & INFORMASI. Misi: Menjadikan RSW sebagai tolok ukur perkembangan media electronik di bidang news-informasi di Bandar Lampung, menjadikan RSW sebagai sarana media informasi di Bandar Lampung, mengembangkan bisnis media secara profesional dan beretika.***
0 komentar:
Poskan Komentar